Dengan kandungan Sipermetrin tersebut, racun akan mengakibatkan hama kejang-kejang sehingga mengganggu saraf hama, setelah terjadinya penghambatan saluran natrium impuls saraf. Terganggunya saraf akan menyebabkan hama ulat api mati.
Hama yang terkena larutan Astertrin 250 EC akan mati dalam hitungan menit. Kemampuan ini tidak terlepas dari efek knockdown produk ini. Selain itu, Astertrin 250 EC dapat dipergunakan untuk Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM) kelapa sawit.
Kalangan planters tidak perlu khawatir dalam aplikasi Astertrin 250 EC karena mudah dilakukan lewat dua metode. Pertama, memakai handsprayer/knapsack/mist blower yang berdasarkan ujicoba, dosis 250 cc per hektare dengan konsentrasi 0,05 – 0,07% (7,5 – 100 cc/15 liter air). Tingkat kematian hama dapat mencapai 90%-95%.
Kedua,dipakai fogging yang dari uji coba dosis 250 cc per hektare dengan konsentrasi 5% dan kecepatan jalan 2 km/ jam. Fogging ini memakai alat berkapasitas solar 5-6 liter. Kematian ulat api setelah 3 hari dapat mencapai 89%-92%.